Bisnis.com : Tunggu 3 Tahun Lagi untuk Capai Keseimbangan Baru di Industri Semen

Bisnis.com, JAKARTA—Kelebihan pasokan yang kini terjadi di industri semen diperkirakan akan berkurang dan mencapai keseimbangan baru pada 3 tahun mendatang.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan kondisi oversupply semen baru akan mencapai keseimbangan baru dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan seiring pertumbuhan ekonomi. Selama menunggu keseimbangan baru tercapai, pabrikan harus melakukan efisiensi.

“Efisiensi bisa dilakukan dengan memperbaiki sistem produksi dan logistik,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (19/12/2017).

Menurutnya, perbaikan sistem produksi dan logistik perlu dilakukan oleh perusahaan semen karena karakteristik semen yang bulky dan berat, sehingga aspek energi dan logistik sangat menentukan daya saing di industri ini. Selain itu, pabrikan juga didorong untuk menyalurkan kelebihan produksi ke pasar ekspor.

Sementara itu, Direktur Barang Galian Non Logam Kemenperin Lintong Hutahaean menuturkan kendati kelebihan pasokan semen saat ini masih cukup besar, tetapi konsumsi domestik telah mulai tumbuh positif mulai paruh kedua tahun ini.

“Sementara ini, beberapa pabrikan sudah melakukan ekspor semen untuk menghadapi oversupply. Konsentrasi mereka masih fokus ke pasar dalam negeri karena untuk ekspor kan biaya logistiknya juga tinggi,” jelasnya.

Terkait dengan harapan penghentian sementara investasi baru di industri semen, Lintong menuturkan saat ini Kemenperin masih mengawasi kondisi di lapangan. Kendati demikian, menurutnya Kemenperin tidak perlu mengatur bisnis dengan membatasi investasi baru.

“Investor kan kalau mau menanamkan modal pasti sudah melihat situasi dan mereka tentu tidak mau investasi kalau rugi. Investor kan melihat potensi jangka panjang,” ujarnya

Saat ini kapasitas terpasang seluruh pabrikan semen di Indonesia mencapai 106 juta ton. Angka ini jauh melampaui permintaan domestik tahunan sebesar 63 juta ton.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *